Dianggap Teledor, Panitia Lelang Dituntut Mundur

Jombang, zonaberita.com – Tender ulang proyek penataan stadion senilai Rp 2,7 miliar oleh Dinas PU Cipta Karya Tata Ruang, Kebersihan dan Pertamanan (CKTRKP) Jombang dinilai ilegal.

Karena itu, rekanan meminta ketua panitia lelang, Imam Maksudi mundur dari jabatannya.

Direktur PT Linggarjati Perkasa, M Erliyanto mengatakan, pengumuman lelang ulang proyek pembangunan stadion itu dilakukan dalam massa sanggah. Padahal, dalam masa sanggah itu seharusnya panitia lelang tidak boleh melakukan kegiatan apapun, termasuk mengumunkan lelang kedua.

“Ini sesuai Keppres No 80 Tahun 2003 tentang pengadaan barang dan jasa.  Untuk itu proses tender ulang tersebut harus bayal demi hukum,” cetus Erliyanto, kamis (3/6/2010).

Panitia lelang juga dituding tidak memiliki integritas moral, disiplin dan tanggung jawab. “Dua kali proses lelang, persyaratan yang diberlakukan berbelit,” akyu Erly.

Ia lantas mengungkapkan, pengumuman peserta yang gugur dalam lelang diumumkan pada 21 Mei 2010. Pada waktu itu bertepatan dengan hari Jumat. Jika ada peserta yang dinyatakan gugur maka diberi kesempatan memberikan sanggahan. Masa sanggah, sesuai aturan Keppres lima hari kerja.

Sehingga masa sanggah digelar pada 24 Mei yang bertepatan dengan hari kerja. Tapi pada pada 24 Mei itu, panitia lelang menggelar pengumuman pelelangan ulang.

Keteledoran panitia ini terlihat dengan munculnya peserta lelang yang tidak memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU), namun dapat mengikuti tender hingga dua kali. ”Ini berarti panitia lelang tidak memiliki integritas moral. Maka panitia lelang harus mundur atau dipecat,” tegas Erlyanto.

Ketua panitia lelang Imam Maksudi membantah pihaknya melakukan tindakan illegal dengan menggelar lelang ulang tersebut. Menurutnya, sesuai aturan Keppres 80 tahun 2003, massa sanggah hanya berlaku ketika pelelangan memunculkan
pemenang.

Menurutnya, sekarang ini dua kali tender tidak ada pemenang. Sehingga pihaknya tidak wajib memberikan masa sanggah. Rekanan yang protes itu, kata Imam, karena  menafsirkan Keppres 80 tahun 2003, lampiran I Bab II item A angka 1 huruf i dan j.

“Dalam lampiran disebutkan ada massa sanggah 5 hari kerja, itu dengan catatan sudah ada  ketetapan pemenang lelang,” kata Imam. Terkait rekanan yang tidak memiliki SBU tapi ikut tender hingga dua kali, Imam mengatakan, itu bukan kesalahan panitia lelang. “Karena nilainya yang cukup besar, maka seluruh pendaftar dianggap profesional. Dengan demikian, penelitian persyaratan dilakukan saat evaluasi,” tandasnya. (ut/isp)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: