Pengadaan Barang dan Jasa di Bantul Diduga Syarat Masalah

Bantul, Buser Trans Online

Bau anyir kembali menguar dari instansi pendidikan Kabupaten Bantul. Kalangan penyedia jasa di wilayah tersebut merasakan getah akibat proses pengadaan barang dan jasa di Bantul dinilai tidak fair dan terbuka. Pada Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) Kabupaten Bantul, misalnya, pengadaan alat peraga pendidikan SMP dan barang lainnya, diduga keras hanya melalui penunjukan langsung.

Wakil Ketua Komisi D, Jupriyanto menyatakan, pihaknya akan mengklarikasi ke Dikdas terkait dugaan penunjukan langsung dalam pengadaan alat peraga pendidikan SMP serta barang lainnya.
Tujuannya kata dia, untuk memastikan apakah tender itu dilakukan sesuai prosedur dan merugikan rekanan atau tidak. “Fokusnya mengklarifikasi apakah sesuai mekanisme yang ada atau tidak,” tegas Jupriyanto.

Ketua Bantul Corruption Watch (BCW) Romadhon menilai, dugaan modus korupsi itu sudah menjadi tradisi di Bantul. Menurut Romadhon,dugaan adanya penunjukan langsung dalam tender sebagai modus korupsi tak hanya sekali ini terjadi. Penujukan langsung katanya sudah menjadi semacam tradisi di Bantul.
Jauh sebelum kasus pengadaan alat peraga SMP, lanjut dia, dugaan adanya penunjukan langsung juga terjadi dalam pengadaan buku ajar yang melibatkan Sekda Gendut Sudarto. Saat itu Gendut diduga menerima suap Rp500 juta dari Direktur Pemasaran PT. Balai Pustaka Jateng-DIY, Murad Irawan melalui CV. Ramadhani, agar memuluskan proyek pengadaan buku. Kasus itu kini ditangani Kejaksaan Tinggi DIY.
Selain itu, Romadhon menyebut, pembangunan SD melalui Dana Alokasi Khusus, juga diduga dilakukan penujukan langsung. “Seperti sudah menjadi tradisi, kalau penujukan langsung, sebelumnya juga banyak yang diindikasikan seperti itu,” katanya.

Serupa juga terjadi di Dinas Pekerjaan Umum Bantul. Ada banyak keganjilan saat proses lelang berlangsung, terutama pada masa sanggah. Mekanisme tersebut sering diabaikan hampir seluruh SKPD di Pemkab Bantul.

Akibatnya, selama ini, proyekproyek yang ada hanya ditangani pihak tertentu yang tidak sesuai dengan prosedur pelelangan. “Selama ini yang mendapat pekerjaan atau proyek di lingkungan SKPD terutama di Dinas PU. hanya itu-itu saja. Sehingga kami melihat ada ketidakadilan di sini (proses lelang),”kataKetua I Gapeknas Bantul, Effendi.

Penilaian Effendi tentunya bukan tanpa alasan. Menurutnya, setiap kali melakukan sanggahan atas keputusan siapa yang menang dalam tender selalu diabaikan. Sehingga menjadi percuma diadakan proses lelang kalau pada akhirnya pengambilan pemenangnya sudah ditentukan sejak awal dan tidak bisa disanggah oleh peserta lelang lainnya.

” Kalau memang hak sanggah dari peserta lelang tersebut selalu diabaikan,Gapeknas mengusulkan agar masa sanggah dihilangkan saja. Kami juga minta birokrasi untuk tidak menggunakan sistem lama karena setiap sanggah diabaikan. Sistem lelang diharapkan tetap sehat dan profesional,”bebernya.

Menurut dia, sesuai Keppres Nomor 80/ 2003 dijelaskan dalam pengadaan barang dan jasa bukan menjadi rahasia. Sehingga dalam pelaksanaan harus dilakukan lelang murni sehingga setiap pengusaha dapat berperan serta dalam pelelangan. “Sebenarnya pegusaha di dalam Gepeknas maupun di luar entah besar atau kecil memiliki hak yang sama. Tetapi terkadang dengan lelang yang tidak terbuka akan menjadikan kecemburuan khususnya antarpara pengusaha,”ujarnya.

Ketua Gapeknas DIY Bambang Widayanto meminta semua anggota Gapeknas Bantul untuk tetap berada di jalur prosedural dalam mengikuti lelang barang dan jasa.” Bila menemukan proses yang tidak prosedural ajukan sanggahan,” jelasnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Komisi C DPRD Bantul Agus Subagiyo menyatakan setiap lelang pengadaan barang dan jasa harus melalui kompetisi.Yakni, siapa rekanan yang bisa memberikan kualitaspekerjaanyangbaikitulahyang menjadi prioritas.

”Jika ada sanggahan yang dilengkapi dengan data yang akurat,maka harus ditanggapi dengan baik.Karena ini bagian dari proses yang harus dilewati dalam sebuah pengadaan barang dan jasa,” tegas politisi Golkar ini. (cholis/buser trans online)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: