Kontraktor Telantarkan Proyek Diproses Hukum

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf berjanji akan membawa kasus proyek telantar ke ranah hukum jika berdasarkan hasil pengkajian nantinya terbukti ada unsur kesengajaan dan penyimpangan oleh kontraktor.

Pernyataan itu disampaikan Irwandi Yusuf menanggapi temuan Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRA terhadap masih ada proyek telantar yang dananya bersumber dari APBA 2009. Terhadap temuan itu, Gubernur Aceh berjanji akan mengkaji penyebab terbengkalainya proyek. “Kalau ada kontraktor yang sengaja menelantarkan serta melakukan penyimpangan proyek, akan kita proses secara hukum,” tandas Irwandi Yusuf menjawab Serambi, Jumat (12/11).

Irwandi tidak membantah temuan pansus dewan terhadap adanya beberapa proyek telantar yang sumber dananya dari APBA 2009. Gubernur berjanji akan mempelajari secara seksama kenapa proyek tidak selesai dikerjakan. Bagi yang terbengkalai karena pembangunan hanya sebatas itu maka harus dilajutkan hingga selesai. Kalau terbengkalai akibat kesalahan kontrak maka kontraktor harus bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaannya. “Tetapi, kalau upaya ini tidak bisa menyelesaikan masalah maka akan dibawa ke proses hukum,” ujarnya.

Komitmen gubernur membawa ke ranah hukum kontraktor yang menelantarkan proyek disambut baik oleh Ketua DPRA, Hasbi Abdullah dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Aceh, HT Bachrum Manyak. “Dibawa ke ranah hukum suatu hal baik. Kami minta kontraktor nakal supaya di-blacklist. Lapor ke polisi dan jaksa agar ada efek jera bagi kontraktor yang melakukan penyimpangan proyek di lapangan,” kata Hasbi Abdullah.

Terhadap proyek yang dananya bersumber dari otsus, Bachrum Manyak sepakat diterapkan efek jera bagi kontraktor yang tidak becus di lapangan. Proses hukum bagi kontraktor nakal suatu hal yang harus dilakukan agar pemanfaatan pembangunan yang dananya dari otsus bisa tepat sasaran dan masyarakat bisa sejahtera.

Bachrum Manyak juga menyarankan agar proyek fisik yang sumber dananya dari otsus, kontraktor diwajibkan memasang plang nama sehingga prosesnya transparan ke publik serta bisa diawasi secara bersama-sama.

Seperti diberitakan, seluruh Pansus DPRA yang mengecek pelaksanaan APBA 2009, mulai dari Pansus XIII sampai XX, menemukan proyek telantar. Mereka mengungkapkan kekecewan terhadap kinerja sejumlah SKPA yang dinilai tidak becus dalam melaksanakan proyek APBA 2009. Temuan itu diangkat dalam lanjutan Sidang Paripurna Perhitungan APBA 2009, Kamis (11/11). Pansus mencontohkan proyek telantar seperti pembangunan Rumah Sakit Gigi Fakultas Kedokteran Unsyiah senilai Rp 2,8 miliar, dan pembangunan kepala jembatan penyeberangan di Limpok-Meunasah Papeun Rp 2,1 miliar yang tak dilanjutkan.

Menyangkut APBA-P 2010, menurut Ketua DPRA, Hasbi Abdullah akan dibahas akhir bulan ini. “Anggaran perubahan hanya untuk membayar utang sehingga perlu dibahas secepat mungkin. Insya Allah awal Desember diupayakan selesai,” kata Hasbi.(swa)

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: