MUI: Jangan Besar-Besarkan Perbedaan

Banda Aceh ( Berita ) :  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Prof. DR. KH Umar Shihab mengemukakan umat Islam agar tetap menjalin kesatuan dan kesamaan dengan cara tidak membesar-besarkan persilihan dan perbedaan, karena semua aliran agama itu baik.

“Jangan membesar-besarkan perbedaan. Kita anggap semua ini baik. Mari kita cari persatuan dan kesamaan,” katanya ketika memberikan tausiyah pada Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Aceh di Hotel Hermes Banda Aceh, Kamis [02/12].

Umar Shihab menyatakan, perbedaan dalam suatu aliran merupakan hal biasa dan tidak perlu dibesar-besarkan, anggap saja perbedaan itu sebagai rahmad yang bisa mempersatukan umat.

Ia mencotohkan masalah menentukan penetapan 1 Syawal, ada yang menggunakan Rukyat dan Hisab. “Kalau ditanya mana yang benar, maka saya jawab dua-duanya benar, karena dua-duanya ada dasarnya, sehingga tidak perlu diperdebatkan,” katanya.

Kenapa terjadi perselisihan, menurut Umar karena masalah hadist. Hadis masalah wudhuk saja banyak caranya. Itu semua benar tidak ada yang salah.

“Oleh karena itu, perbedaan-perbedaan ini tidak perlu dibesar-besarkan mari kita terima, kalau ada yang salah kita lihat salahnya seperti apa. Semua di dalam Islam benar,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII Prof. DR. KH Abdullah Syam menyatakan, LDII sangat konsen terhadap pembinaan generasi muda, terutama meningkatkan sumber daya manusia yang unggul. Dikatakan, paling tidak ada dua ancaman dan tangan bagi SDM bangsa yaitu bahaya narkoba dan pornografi/pornoaksi.

“Gambaran dampak negatif penyalahgunaan narkoba tersebut semakin mencengangkan kita semua manakala kita amati bahwa kecendrungan kejahatan tersebut semakin meningkat dari tahun ke tahun baik jumlah pengguna, pengedar, maupun produsen,” katanya.

Untuk itu, pada 12-13 Agustus 2009 di Bandung, Jabar, DPP LDII bekerjasama dengan Kementrian Komunikasi dan Informasi mengadakan pelatihan internet sehat dengan diikuti 70 peserta sebagai tenaga pelatih yang terdiri dari 33 provinsi, pondok pesantren, dan sebagain DPD kabupaten/kota Bandung.

Kemudian, LDII mengimbau kepada segenap komponen bangsa meningkatkan rasa solidaritas nasional dalam membantu menyelesaikan berbagai jenis musibah dalam kondisi yang masih sering terjadi berbagai bencana alam seperti gempa dan banjir, katanya. Selanjutnya, Ketua panitia pelaksana menyatakan, Musda yang berlangsung sehari itu dihadiri 400 peserta dari kabupaten/kota di Aceh. ( ant )

info

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: