Terkait PU Sabang terbakar :

Saksi Disetrum Saat Pemeriksaan

Oknum Polisi Dilaporkan ke NGO HAM

* Kapolda Diminta Usut Tuntas

 

BANDA ACEH – Sabri bin Ahmad (26), warga Sabang yang mengaku dianiaya dengan cara ditampar dan disetrum oleh oknum polisi anggota Polres Sabang, melaporkan kasus tersebut ke Koalisi NGO HAM di Banda Aceh, Senin (22/11). Menurut Sabri, penganiayaan itu dilakukan untuk memaksa dirinya mengakui kejahatan yang tidak dilakukannya.

Sabri mengatakan, kasus penyaniayaan oleh oknum polisi itu dialaminya pada Rabu (17/11), saat dia diperiksa sebagai saksi atas kasus terbakarnya Gedung Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sabang, yang terjadi 23 Agustus 2010. Sebelumnya, Sabri sudah dua kali diperiksa sebagai saksi. Namun penyiksaan itu dialami pada pemeriksaan ketiga atas kasus tersebut.

“Saya dipaksa mengaku sebagai pelaku pembakaran Kantor Dinas PU Sabang. Karena tidak mau mengaku lantaran saya tidak pernah melakukannya, saya ditampar bertubi-tubi,” kata Sabri kepada wartawan, kemarin.

Sabri menambahkan, usai ditampar, dirinya disuruh ke luar ruangan untuk makan malam. Kemudian disuruh masuk kembali dan diminta berdiri sambil membuka baju dan sepatu. “Selanjutnya, mata saya ditutup dengan baju kaos dan disetrum menggunakan kabel listrik di jempol kaki kiri dan kanan, serta di bagian dada kiri dan kanan,” ungkapnya.

Dalam penjelasannya, Sabri mengaku mengikuti lelang proyek pembuatan drainase dan talut di Sabang. Dirinya dimintai keterangan sebagai saksi karena sebelum terjadi kebakaran dan sebelum pemenang proyek diumumkan, dirinya pernah mengirim pesan singkat (sms) kepada ketua panitia lelang proyek dimaksud.

“Isi sms yang saya kirim, bang tolong angkat telpon saya sebentar. Sms ini tak ada balasannya. Tapi polisi mengaitkan kebakaran tersebut dengan persoalan proyek. Padahal, saya ikut memenangkan satu paket dalam proyek itu,” ujar Sabri.

Minta usut tuntas
Direktur NGO HAM Aceh, Evi Narti Zain mengatakan, Selasa (23/11) hari ini, pihaknya akan mendampingi Sabri melaporkan kasus dugaan penyiksaan oleh oknum Polres Sabang ini ke Polda Aceh. Mereka meminta meminta Kapolda Aceh, Irjen Pol Fajar Prihantoro, mengusut tuntas kasus penyiksaan ini. Karena jika tidak, polisi akan dipraperadilankan. Apalagi pemanggilan ketiga terhadap Sabri yang berstatus saksi hanya dilakukan melalui HP, sedangkan surat resmi baru diberikan setelah dia tiba di Mapolres.

“Perbuatan penyiksaan oleh polisi itu telah melanggar Undang-undang Nomor 12 Tahun 2005 Tentang Ratifikasi Konvensi Hak Sipil dan Politik, serta Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009, Tentang Prinsip-prinsip HAM dalam tugas-tugas kepolisian,” kata Evi.

Mengaku baru tahu
Sementara itu, Kapolres Sabang, AKBP Sigit Kusmarjoko mengaku baru mengetahui kasus itu ketika dikonfirmasi Serambi. “Maaf, saya masih rapat. Saya baru tahu dan akan saya cek dulu,” jawabnya singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gedung Kantor Dinas PU Kota Sabang di Jalan Diponegoro, Kuta Ateuh, Kecamatan Sukakarya, Sabang, Senin (23/8) pukul 03.15 WIB hangus terbakar. Selain menghanguskan gedung dan meubelair kantor, sejumlah arsip tender proyek dan dokumen penting lainnya ikut musnah dilalap api. Akibat kebakaran itu, Dinas PU Sabang mengalami kerugian hingga Rp 1 miliar.(sal)

serambi news

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: