Nilai Prioritas Plafon Anggaran Sementara RAPBA 2011 Disepakati Rp 6,8 T

BANDA ACEH – Nilai Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (RAPBA) untuk tahun 2011 sudah ditetapkan sebesar Rp 6,8 triliun. Pagu tersebut turun 11,7 persen atau senilai Rp 800 miliar dibanding pagu APBA 2010 yang besarnya Rp 7,6 triliun.

Penetapan PPAS itu dilakukan Badan Anggaran (Banggar) DPRA bersama Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) dalam rapat finalisasi hasil pembahasan bersama mengenai Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan PPAS RAPBA 2011 pada Kamis (4/11) malam di Gedung DPRA.

“Dibanding pagu APBA 2010, PPAS RAPBA 2011 itu turun sekitar Rp 800 miliar,” ujar Wakil Ketua I Bidang Anggaran DPRA, Amir Helmi SH kepada Serambi, Minggu (7/11), saat dimintai penjelasannya terkait hasil rapat bersama finalisasi dokumen KUA dan PPAS RAPBA 2011 tersebut.

Pagu awalnya, ungkap Amir, saat PPAS 2011 itu diserahkan Bappeda Aceh kepada Badan Anggaran DPRA nilainya Rp 6,4 triliun. Dalam pembahasan bersama selama satu bulan lebih antara Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) dengan Kelompok Kerja (Pokja) DPRA, pagunya bertambah mencapai Rp 8 triliun.

Karena kenaikannya jauh di atas kemampuan pendapatan daerah, maka Pokja DPRA bersama SKPA kembali menguranginya sampai pada plafon Rp 6,8 triliun saja atau naik Rp 400 miliar dari pagu awalnya.

Ini artinya, kata Amir Helmi, program yang dibiayai dalam PPAS 2011 itu adalah program superprioritas. Misalnya, melanjutkan bantuan pendidikan kepada anak yatim piatu korban konflik, anak putus sekolah, anak telantar dan fakir miskin, dan anak duafa.

Kemudian, melanjutkan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), penyaluran Bantuan Keuangan Pemakmue Gampong (BKPG) ke setiap desa Rp 50 juta/tahun, beasiswa S1, S2, dan S3 bagi putra-putri Aceh di dalam dan luar negeri, pembayaran tunjangan insentif guru PNS Rp 2,2 juta/tahun, pembangunan rumah duafa, proyek multiyears (bertahun jamak), dan banyak lainnya.

Selain itu, ungkap sumber Serambi di Badan Anggaran DPRA, pengalokasian dana kerja Gubernur Aceh Rp 68 miliar yang awalnya telah dipangkas Pokja Dewan sebesar Rp 50 miliar–sehingga menjadi Rp 18 miliar–nominalnya dikembalikan pada angka semula, yakni kembali ke Rp 68 miliar.

Hal itu dilakukan, menurut sumber Serambi, terkait dengan penyediaan alokasi dana program aspirasi bagi 69 anggota DPRA sebesar Rp 345 miliar atau Rp 5 miliar/orang. Dengan kata lain, Gubernur Aceh bersama Wagub kebagian dana kerja Rp 68 miliar, sedangkan anggota dewan kebagian dana aspirasi Rp 5 miliar per orang.

Dana kerja gubernur dan aspirasi dewan itu sudah masuk di dalam pagu PPAS Rp 6,8 triliun tersebut. Sebab, kepentingan kedua belah pihak telah tertampung dalam pagu PPAS 2011 tersebut, sehinga rapat kesepakatan pagu PPAS 2011 yang dilaksanakan Kamis malam pekan lalu, berjalan lancar dan tidak terlalu lama.

Sedangkan penandatanganan dokumen kesepakatan KUA dan PPAS 2011 antara Ketua DPRA dengan Gubernur Irwandi Yusuf, menurut sumber tadi, kemungkinan akan dilakukan pekan ini.

Wakil Ketua I DPRA mengatakan, penandatanganan kesepakatan KUA dan PPAS Tahun 2011 itu, segera dilakukan dalam minggu ini, setelah pihak TAPA bersama Bappeda dan DPKKA menyelesaikan semua dokumen PPAS yang mengalami perubahan angka.

Terkait dengan pelaksanan perhitungan APBA 2009, Wakil Ketua I DPRA itu menyatakan, Pimpinan DPRA telah memerintahkan Banggar DPRA untuk membuat laporan dan pendapatnya terkait Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) APBA 2009 dan hasil Pansus XIII-XXI DPRA terhadap pelaksanan APBA 2009.

Untuk tugas tersebut, Pimpinan DPRA telah memberikan waktu kepada Banggar DPRA satu minggu dan diharapkan dalam minggu ini bisa diselesaikan, sehingga jadwal sidang paripurna perhitungan APBA 2009 dapat dilaksanakan pada minggu kedua bulan ini.

Jika perhitungan APBA 2009 belum dituntaskan, menurut Amir Helmi, maka agenda penting lainnya yang harus dilaksanakan DPRA, yaitu perubahan APBA 2010 dan pembahasan RAPBA 2011, tidak bisa dilaksanakan. Untuk itu, Pimpinan DPRA berharap Banggar dan Pansus XIII-XXI DPRA bisa segera menyelesaikan laporan pansusnya minggu ini, untuk dijadikan dasar pelaksanaan rapat Badan Musayawarah (Bamus) untuk penjadwalan sidang paripurna perhitungan APBA 2009.  “Ini penting dilaksanakan, agar jadwal kedua agenda penting tadi dapat diselesaikan sebelum akhir tahun ini,” ujar Amir Helmi, politisi Partai Demokrat Aceh.

Sumber: Serambi News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: