PITA HITAM untuk mengenang Tsunami Aceh

BANDA ACEH – Berbagai cara dilakukan oleh masyarakat untuk merefleksikan perasaan tentang bencana gempa dan tsunami enam tahun lalu. Timnas Indonesia yang bertanding pada babak final leg pertama AFF Suzuki Cup 2010 melawan Malaysia, di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, nanti malam, akan mengenakan pita hitam di lengan sebagai tanda berkabung. Manajer Timnas Indonesia, Andi Darussalam Tabusalla, mengkonfirmasi bahwa pita hitam akan tersemat di jersey putih hijau yang akan digunakan pemain nanti. “Ya, kita akan mengenakan ban hitam,” kata Andi Darussalam sebagaimana dilansir Republika, Sabtu (25/12). Senada dengan Andi, asisten manajer timnas Indonesia, Iwan Budianto memastikan Ahmad Bustomi dkk akan mengenakan pita hitam di partai tersebut. Pita hitam tersebut juga sudah disiapkan. “Betul, besok pemain akan mengenakan pita hitam. Saya mendapat instruksi dari manajer Andi Darussalam Tabusalla agar pemain menggunakan pita hitam untuk mengenang tragedi tsunami,” jelas mantan manajer Persik Kediri, Iwan Budianto, dalam wawancara dengan tvOne, Sabtu (25/12). “Kami sudah mempersiapkan pita tersebut. Kami membelinya di supermarket di belakang hotel,” lanjut Iwan. Pria yang menjabat Ketua Badan Liga Amatir (BLAI) PSSI ini juga memastikan Firman Utina cs untuk kali pertama menggunakan seragam tandang putih-hijau di Piala AFF 2010. Permintaan hening cipta dari pasukan Merah Putih yang akan berlaga di Kuala Lumpur bertepatan dengan peringatan bencana tsunami Aceh 26 Desember, tepat 6 tahun silam, juga datang dari Andi Arief. “Menghormati ratusan ribu saudara-saudara kita di Aceh yang menjadi korban tsunami 26 Desember 2004, disarankan Timnas memasang pita hitam di lengan kostum,” kata Staf Khusus Kepresidenan Bidang Bencana Alam, Andi Arief dalam akun twitternya Andiariefnews, Selasa (21/12) malam. Andi mengatakan, tsunami Aceh merupakan salah satu bencana terbesar di dunia. Duka dan kepedihan yang ditinggalkan masih terasa hingga saat ini. “Hening cipta sebelum pertandingan, harus!” tulis Andi. Usulan Andi ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Permintaan agar timnas Indonesia menggunakan pita hitam di final pertama Piala AFF 2010 datang dari salah satu partai lokal yakni, Partai Rakyat Aceh (PRA). Sekjen PRA, Thamren Ananda, meminta pemain timnas Indonesia menggunakan pita hitam dan mengheningkan cipta sebelum pertandingan untuk mengenang tragedi tsunami, yang menelan korban hingga 150 ribu jiwa pada 26 Desember 2004. “Hal ini juga menjadi pertanda bahwa solidaritas di antara rakyat Indonesia terus tumbuh. Apalagi, setelah tsunami banyak pula warga Aceh yang tinggal dan bekerja di Malaysia,” kata Thamren, Sabtu (25/12). Ananda menambahkan, sudah selayaknya tim nasional Indonesia lebih sensitif untuk menghormati ratusan ribu korban meninggal akibat bencana tsunami tahun 2004 lalu. Pertandingan final Piala AFF yang akan berlangsung di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur itu, rencananya bakal dibanjiri sekitar 15.000 warga Indonesia yang tinggal di Malaysia. Dukungan dari luar stadion diperkirakan juga akan tinggi mengingat saat ini ratusan ribu orang Indonesia tinggal dan bekerja di wilayah Kuala Lumpur dan sekitarnya. Ludes Seperti diketahui, untuk pertarungan sengit dua negara serumpun tersebut, pihak tuan rumah Malaysia memberikan plot tiket untuk suporter Indonesia sebanyak 15.500 lembar. Ternyata, dari Kamis (23/12) tiket dijual di KBRI Kuala Lumpur, semuanya sudah ludes terjual pada Sabtu sore. Dukungan buat Markus Haris Maulana dkk tidak hanya datang dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI), mahasiswa, atau warga yang berada negeri jiran. Tapi, ribuan suporter juga akan datang langsung dari berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, serta Medan. Seperti diketahui, pertarungan antara Harimau Malaya melawan Garuda merupakan pertemuan untuk kedua kalinya dalam Piala AFF tahun ini. Di babak penyisihan yang berlangsung di Jakarta, Indonesia berhasil melumat Malaysia 5-1 lewat gol Cristian ‘Mustafa Habibi’ Gonzalez, Arif Suyono, Irfan Bachdim, Irfan Bachdim dan gol bunuh diri dari pemain Malaysia, Mohamad Asrarudin. Tapi perlu diwaspadai dari pasukan Rajagobal tersebut, usai kalah dari timnas Indonesia, penampilan Malaysia kian melesat. Terakhir Malaysia sukses mendepak juara bertahan Vietnam di semifinal. Kini dengan tampil di depan pendukung, tuan rumah jelas ingin membalas kekalahan dari pasukan Alfred Riedl. Peringatan di Aceh Di Kota Banda Aceh, selain kegiatan berskala provinsi yang dipusatkan di Ulee Lheue, masyarakat nelayan Lampulo juga memperingati peristiwa itu dengan doa dan bagi-bagi buku kisah tsunami. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Rasyidah M Dallah mengatakan, peringatan tsunami Aceh tahun ini bertema; “Bencana Tsunami dan Kebangkitan Kembali Masyarakat Aceh Menuju Kehidupan yang Lebih Baik dan Bermartabat.” Acara di Ulee Lheue pagi ini diawali dengan renungan enam tahun tsunami dengan kumandang salawat badar, zikir dan tahlil, tausiah tsunami, pembacaan doa serta kegiatan pendukungan lainnya, seperti pameran foto tsunami, pameran pariwisata Aceh, pemutaran film tsunami, ziarah ke kuburan massal, dan lainnya. Buku kisah tsunami Masih di Kota Banda Aceh, masyarakat Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, hari ini juga memperingati enam tahun tsunami. Sebanyak 2.500 buku kumpulan cerita korban tsunami yang selamat pada tragedi 26 Desember 2004, akan dibagikan pada kegiatan tersebut. Keuchik Lampulo, Alta Zaini mengatakan cerita yang telah dibukukan itu memuat semua kisah para korban tsunami yang selamat di dalam boat yang kini tetap diabadikan di atas rumah warga. “Boat yang berada di atas rumah warga itu telah menyelamatkan 59 korban tsunami. Dari kisah mereka itulah diulas kembali bagaimana usaha mereka saat menghadapi tsunami. Ada delapan kisah yang sangat dramatis dalam buku tersebut,” kata Keuchik Alta. Zaini mengatakan, ketika berlangsung peringatan enam tahun tsunami di Lampulo hari ini, semua aktivitas warga dihentikan mulai pukul 08.30 hingga 13.30 WIB. Diperkirakan akan ada 3.000 tamu/undangan termasuk dari luar negeri yang hadir di Lampulo pada peringatan enam tahun tsunami. Di Syiah Kuala Sebanyak 1.500 jemaah Majelis Dzikirullah, Sabtu (25/12) berbaur bersama masyarakat di sekitar Komplek Makam Syiah Kuala, melakukan shalat zuhur dan zikir bersama di depan musalla Kompleks Makam Syiah Kuala, Banda Aceh, Sabtu (25/12). Acara yang dimulai pada pukul 11.00 WIB dalam rangka memperingati enam tahun gempa bumi dan tsunami melanda Aceh pada 26 Desember 2004 silam.(ran/mir/sak/c47)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: