Jasa Konsultasi Pembangunan Gedung DPR Rp18 Miliar

HINGGA saat ini pihak DPR belum menyampaikan secara resmi dokumen berisi alasan pem bangunan gedung baru DPR RI. Selain itu, dana untuk jasa konsultasi senilai Rp18 miliar juga menuai banyak per tanyaan. Pendapat itu disampaikan Heni Yulianto, peneliti pengadaan barang dan jasa publik Transparency International In donesia (TII) dan Peneliti Indonesia Budget Center (IBC) Roy Salam, pada konferensi pers, kemarin, di Jakarta. Itulah sebabnya IBC dan TII meminta rencana pembangunan gedung baru DPR RI dihen tikan karena berpotensi korupsi dan penuh kebohongan. “Terjadi dua kali kebohongan publik. Pertama, betulkah nilainya Rp18 miliar atau lebih?
Kedua, terhadap proyek jasa konsultasi saja, pada dasarnya tidak dapat dilaksanakan jika ada satu fraksi saja yang tidak setuju adanya proyek tersebut,” kata Heni Yulianto.

Roy Salam menambahkan, masyarakat sudah banyak menyampaikan aspirasi baik langsung maupun tidak langsung.
Tetapi DPR cenderung ngotot tetap pada pendirian mereka. “Ini sangat tidak rasional,” ujar Roy. Lebih lanjut, Roy mengemu kakan beberapa kebohongan lain yang dilakukan DPR terkait pembangunan gedung itu, antara lain menyebutkan Gedung Nusantara I mengalami kemiringan. “Fakta itu terbantahkan dari hasil uji gedung. Kita melihat DPR berupaya mengelabui publik,” tambahnya.

Catatan lainnya, lanjut Roy, ketika Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Pius Lustrilanang menyatakan pengadaan jasa konsultan tidak melalui tender.

“Itu jelas menyalahi Keppres 80/2003 maupun Perpres 54/2010. Saat masyarakat gencar mempertanyakan jasa konsultasi tersebut, BURT tidak memaparkan dengan gamblang dan bahkan memberikan pernyataan yang membingungkan antara satu dan yang lain,” tambah Heni. Pembangunan gedung baru DPR, terutama pada pengadaan barang dan jasa, kata Heni lagi, berpotensi korupsi. Sebab, hampir semua kasus korupsi yang ditangani KPK, 80%-nya berasal dari pengadaan barang dan jasa. “Ini tantangan untuk Pak Busyro (Ketua KPK) agar melakukan investigasi, apakah proyek dijalankan dengan benar atau tidak,”
tukasnya.
(Wta/X-8)

[Koran-Digital]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: