Pengadaan Barang dan Jasa Kepres 80/2003 Dicabut

* Diganti Perpres 54 Tahun 2010

BANDA ACEH – Kepres Nomor 80 Tahun 2003 yang mengatur tentang pengadaan barang dan jasa akan dicabut seiring terbitnya Perpres Nomor 54 Tahun 2010. Demikian disampaikan pejabat Pusat Kajian Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Negara (PKP2A IV LAN) Aceh saat menyosialisasikan Kepres 54/2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa kepada penyelenggara pemerintahan di Aceh, Kamis (27/1). 

Sosialisasi dilaksanakan di Aula PKP2 A IV LAN Aceh, Banda Aceh, diikuti puluhan peserta dari sejumlah instansi yang ada di Aceh. Sosialisasi ini bertujuan memahami regulasi yang baru ini dan membandingkannya dengan Kepres 80/2003 yang dinilai multi tafsir.

“Dengan adanya perpes ini maka Kepres 80 dicabut. Sejumlah isi yang ada di Kepres 80 yang masih dipakai telah dimasukkan ke Perpres yang baru. Sementara itu, terdapat sejumlah pasal tambahan yang sangat berbeda dari sebelumnya,” kata M Aris Supriyanto, Kasubdit Bantuan Hukum Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI yang hadir sebagai nara sumber.

Perpres mulai berlaku sejak 6 Agustus 2010. Pengadaan yang dilaksanakan sebelum 1 Januari 2001 tetap dapat berpedoman pada Kepres 80/2003. Pengadaan yang sedang dilaksanakan berdasarkan Kepres 80/2003 dilanjutkan dengan tetap mengacu pada Kepres 80 2003, sementara perjanjian yang telah ditandatangani juga tetap berlaku hingga batas akhir kontrak. Secara umum, Kepres 80/2003 dicabut mulai 1 Januari 2011.

Dikatakan, isi Perpres 54/2010 berbeda signifikan dengan peraturan sebelumnya, terdapat 134 pasal dalam 19 Bab. Sedangkan Kepres 80/2003 hanya berisi 54 pasal dalam 9 Bab. Penamabahan pasal dalam Perpres 54 memberi kelonggaran dan penegasan dalam item tertentu sehingga menjadikan terciptanya persaingan sehat antara peserta tender perusahaan barang dan jasa, sehingga tercipta kualitas pekerjaan yang maksimal. Di sisi lain peraturan ini menciptakan sikap yang fair bagi panitia pengguna anggaran dan atau pejabat pembuat komitmen.

Menurut M Aris, secara keseluruhan ada item-item tertentu yang sangat berbeda dengan regulasi sebelumnya yakni mengenai diharuskannya membentuk Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan pelayanan via elektronik yang cepat, bebas premanisme, dan mafia. Pengumuman tender juga akan dilaksanakan melalui webside masing-masing pemerintah dan LKPP RI. Kemudian ada pasal sanggahan oleh peserta tender dilanjutkan dengan jaminan menjawab sanggaahan sehingga para pihak terkait harus lebih profesional.

“Dalam Perpres 54 ini juga dijelaskan lebih rinci mengenai pengadaan langsung dan penunjukan langsung dengan batasan pagu yang telah ditetepkan. Mengenai penunjukan langsung misalnya, dijelaskan kreterianya lebih spesifik seperti adanya bencana alam dan kondisi pekerjaan lain yang dinilai sukar diprediksi,” katanya.

Selain itu, dalam perpres 54/2010 dijelaskan lebih detail tentang aturan dan metode yang lebih sederhana, adanya konsep swakelola, memperkenalkan sistem reward dan punishment yang adil, penyederhanaan pelaksanaan pengadaan, dan lebih fleksibel. Lebih jauh regulasi ini menjelaskan sejumlah hal khusus seperti adanya pasal tentang ketentuan kontes dan dan sayembara, pengadaan Alutsista TNI dan Almatsus Polri, dan pengadaan luar negeri.

Berdasarkan matrik perbandingan yang dirangkum oleh pihak LKPP RI, terdapat sekira 98 item perbedaan. Item ini kebanyakan menjelaskan pasal yang belum komprehensif atau tidak diatur sama sekali dalam Kepres 80 203.

Kabid Diklat Aparatur LAN Aceh, Said Abdullah SSos Mpol Adm, mengatakan, dengan dipahaminya Perpres ini oleh semua pihak, diharap akan ada peningkatan kompetensi para pejabat pemerintah, yang berujung terciptanya sistem pelayanan yang baik dan fair dalam melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: