Untuk Wilayah Banda Aceh PDAM Klaim Distribusi Air Sudah 95 Persen

BANDA ACEH – Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy, Junaidi SSos mengklaim, tingkat distribusi air bersih ke rumah warga saat ini sudah mencapai 95 persen dari 90 gampong yang ada di Kota Banda Aceh. Sisa lima persen lagi kawasan yang belum mendapat suplai air bersih itu direncanakan tuntas dalam tahun ini.

Dia menyebutkan, kawasan yang belum menikmati air PDAM yaitu Alue Naga (Kecamatan Syiah Kuala), Ulee Lheue dan Deah Glumpang (Meuraxa). “Di Kecamatan Meuraxa, lima gampong di antaranya belum terdistribusi secara maksimal. Ulee Lheue dan Deah Glumpang sama sekali belum ada, sedangkan Lambung, Deah Baro, dan Gampong Pie, baru sebagian yang sudah teraliri,” kata Junaidi kepada Serambi, Senin (31/1).

Ia mengatakan, penyebab belum tuntasnya persoalan air bersih di ibukota provinsi Aceh ini, antara lain karena terdapat jaringan pipa yang belum sempurna. Sehingga tidak bisa dialiri air yang didistribusikan PDAM Tirta Daroy. Namun, saat ini pihaknya sedang mengupayakan perbaikan dan penyempurnaan pipa jaringan di kawasan yang masih bermasalah.

“Lima persen kawasan yang belum mendapat distribusi air itu, akan diselesaikan secara bertahap tahun ini. Semua itu tergantung anggaran yang diberikan pemerintah daerah, baik melalui dana otsus, DAK maupun APBN. Karena banyak persoalan yang kami hadapi, khususnya masalah jaringan pipa yang dibangun lembaga donor yang tidak berfungsi dengan baik,” paparnya.

Masih terganggu
Sementara itu, suplai air bersih ke kawasan Chik Dipineung Raya, Prada Utama, Lamgugop, Ie Masen (Jalan Kebun Raja), Pango Raya, Pango Deah, Peunyerat, Beurawe, dan Mibo, dilaporkan masih terganggu akibat pembangunan drainase. Meskipun upaya perbaikan telah dilakukan beberapa waktu lalu oleh pihak kontraktor yang dibantu petugas PDAM.

“Gangguan tersebut disebabkan kerusakan pipa di titik yang lain namun masih di lokasi (jaringan pipa) yang sama, akibat pengerukan untuk pembangunan drainase. Sehingga air yang sudah normal kembali macet,” jelasnya.

Menurut Junaidi, distribusi air akan benar-benar normal kalau pengerjaan drainase sudah selesai. “Karena selama pengerjaan drainase masih dilakukan, jaringan pipa air bersih akan rawan terhadap kerusakan,” ungkapnya.(c47)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: