Proyek Parit Terlantar, Warga Protes

Larangan penghentian proyek perbaikan parit di Santeong, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota, berdampak buruk bagi warga yang bermukim di sekitar parit tersebut. Pasalnya, akibat penghentian itu, pekarangan rumah warga kerap terkena banjir.
Bustanil Arifin Panggabean (32), selaku warga setempat sangat berharap kepada pemerintah untuk menindaklanjuti proyek perbaikan parit yang telah terhenti.
“Peghentian proyek ini sudah berlangsung hampir 2 bulan ini, namun sampai saat ini pemerintah belum memiliki inisiatif maupun upaya untuk memperbaikinya,” ungkap Bustanil kepada Global, Jumat (4/2).
Padahal, tutur Bustanil, sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan pihak pemerintah melalui dinas Kebersihan Tata Ruang dan Pemukiman (KPRP) kota Sibolga dan berjanji akan memperbaikinya.
“Kami selaku warga disini tidak meminta Kepala Dinas (Kadis) KPRP Tumbur Harahap  dicopot, namun hanya meminta kepada pemerintah untuk segera memperbaiki parit ini, karena sudah meresahkan dan mengganggu kenyamanan warga,” tukasnya.
Atas nama warga, Bustanil Arifin mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa bila pemerintah tidak segera turun melakukan memperbaikan terhadap parit yang tersumbat tersebut.
Himsar (58), didampingi warga lainnya mengaku permasalahan ini sudah pernah mereka menyampaikan ini ke DPRD kota Sibolga hingga akhirnya muncul permasalahan baru dimana pihak rekanan selaku yang mengerjakan proyek diadukan anggota DPRD Sibolga ke pihak yang berwajib.
“Soalnya saat sejumlah anggota dewan melakukan peninjauan, terjadi perdebatan dengan rekanan  yang mengerjakan proyek. Namun ternyata, tuntutan warga tidak selesai malah tambah menganggu kenyamanan warga,” tuturnya.
Dia juga berharap agar Walikota Sibolga turun langsung melihat parit yang dikeluhkan warga, bila perlu turun saat pekarangan rumah warga banjir.
“Kondisi ini sudah sangat meresahkan kami, soalnya selain telah menganggu kenyamanan kami, warga pun mengalami kerugian dari sisi materi. Sebab, para warga terpaksa mempekerjakan orang untuk mengorek saluran air yang tumpat akibat tertutupnya saluran pembuangan,” tandas Himsar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: