Pendaftar ke LPSE Prov. Jabar Terus Bertambah

BANDUNG, (PRLM).- Dalam tempo waktu sebulan, penyedia yang mendapat user ID dan password dari Balai Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Prov. Jabar, bertambah 300 penyedia. Hingga akhir Januari lalu, total penyedia yang mendaftar ke LPSE Prov. Jabar telah menembus angka 6.000 penyedia.

Kepala Balai LPSE Prov. Jabar Ika Mardiah menuturkan, kenaikan jumlah penyedia yang mendaftar ke LPSE tersebut, tidak terlepas dari gencarnya pemberitaan di media tentang LPSE. ”Kemungkinan masih banyak penyedia yang belum mengetahui kewajiban mengikuti tender memakai Sistem Pengadaan Secara Elektronik sesuai Perpres Nomor 54 tahun 2010. Dan berkat bantuan media jugalah, informasi tersebut bisa tersampaikan kepada para penyedia,” katanya kepada wartawan, Minggu (6/2).

Ika menuturkan, pada bulan Januari lalu, ada sejumlah instansi vertikal yang telah mendaftar ke Balai LPSE Prov. Jabar. Instansi-instansi itu antara lain Biro Pusat Statistik (BPS), Kementrian Agama, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD), dan LAN (Lembaga Administrasi Negara) RI perwakilan Jabar.

Selain itu, ada juga beberapa pemerintahan kabupaten dan kota yang juga telah mendaftar ke dalam LPSE Prov. Jabar. ”Yaitu Pemkab Ciamis dan Pemkab Tasikmalaya. Kami berharap, sesuai permintaan Gubernur Jabar, agar pada tahun 2011 ini, seluruh kabupaten dan kota di Jabar, bisa melaksanakan lelang secara elektronik. Bisa membuat sendiri ataupun berinduk kepada LPSE Jabar karena kami mampu mengakomodir seluruh kabupaten dan kota serta instansi vertikal yang berkeinginan untuk bergabung,” katanya.

Kemampuan dan kapabilitas LPSE Jabar juga kian meningkat seiring dengan ditingkatkannya perangkat SPSE yang diterapkan di LPSE Jabar. ”Sejak pertengahan Desember tahun lalu, sistem di kami telah di-upgrade memakai SPSE versi tiga. Ini sesuai dengan amanat yang terkandung dalam Perpres No. 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah,” katanya.

Dengan memakai SPSE versi 3 itu, maka situs LPSE juga dapat digunakan Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk memuat lelang non e-Proc atau lelang yang masih dilaksanakan secara konvensional. ”Fitur ini telah dimanfaatkan beberapa instansi seperti Unpad, RS Mata Cicendo, PLP Purwakarta/Polres Purwakarta, Balai Diklat Petanian Sukamandi Kementerian Pertanian, dan Dinas Tarkim Kabupaten Bekasi,” kata Ika.

Bagi penyedia yang ingin mencari lelang secara konvensional itupun bisa dengan mudah mendapatkan informasinya. Cukup membuka laman LPSE Prov. Jabar yaitu http://lpse.jabarprov.go.id/eproc/app, lalu sorot fitur ”Cari Lelang Non e-Proc”. ”Begitu di-klik, langsung keluar data-data paket lelang non e-Proc yang dikeluarkan instansi-instansi tadi,” ujar Ika.
Ika berharap, melalui fitur tersebut, rekanan yang tidak sempat membaca pengumuman di media cetak, dapat membacanya di situs LPSE. Di situs ini memuat data-data mulai dari nama satuan kerja, nama paket, pagu, HPS, tempat pengambilan dokumen, persyaratan, dan tempat penjelasan dokumen.

Fitur tersebut, kata Ika, selain memenuhi ketentuan Perpres No. 54/2010, juga untuk membiasakan ULP dan Penyedia Barang/Jasa yang belum akrab dengan situs LPSE dan lelang secara elektronik. ”Diharapakan ke depannya, seluruh pengguna siap untuk melakukan lelang secara elektronik. Selain itu lebih transparan karena dapat dilihat publik sebagai pengumuman terbuka. Jadi masyarakat juga dapat melihat dan tetap tercatat di dalam sistem yang memudahkan pengecekan dan pengawasan,” ucapnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: