Gedung Sekolah Disegel, Siswa Belajar di Gudang

MEULABOH – Gedung Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) 2 Woyla Kabupaten Aceh Barat, Kamis (17/2) sore, disegel oleh sejumlah tukang/pekerja yang membangunnya. Para tukang mengklaim, rekanan belum membayar lunas kewajibannya kepada mereka.  Akibat disegelnya tiga ruang kelas di SMKS itu, proses belajar-mengajar (PBM) pada Jumat (18/2) kemarin terganggu, sehingga siswa terpaksa dialihkan ke gudang di dalam kompleks sekolah yang baru diresmikan itu.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Serambi kemarin, penyegelan dilakukan Kamis sore, saat aktivitas sekolah sudah berakhir. Pintu dari tiga ruang belajar (lokal) dipalang warga dengan kayu, demikian pula jendelanya. Penyegelan itu baru diketahui murid dan dewan guru justu pada Jumat pagi, saat siswa ingin memasuki kelas tersebut. Kabar tentang dipalangnya tiga kelas tersebut langsung membuat heboh kalangan guru, juga warga setempat.

Sejumlah orang tua/wali siswa heran mengapa ada warga yang nekat menyegel gedung baru yang baru empat hari digunakan setelah diresmikan Senin (14/2) lalu. Kepala SMKS Woyla, Ahmad Sadikin SPdI menjawab Serambi kemarin mengatakan, penyegelan itu telah menyebabkan kendala dalam PBM pada Jumat pagi, sehingga murid SMKS itu terpaksa dipindah ke gudang. Di tempat yang tak biasa itulah mereka akhirnya belajar.

Menurut Ahmad Sadikin, kasus penyegelan di sekolah itu sudah dia laporkan ke Dikmen di Dinas Pendidikan Aceh Barat.  Berdasarkan informasi yang dia peroleh, penyegelan dilakukan sejumlah tukang/pekerja yang ikut membangun SMKS Woyla. Tindakan itu sebagai bentuk protes mereka, karena rekanan proyek itu, menurut para tukang, masih berutang pada mereka Rp 28 juta lagi.

“Namun, apakah itu benar atau tidak, tentu masih perlu diselidiki. Tapi  dalam kasus ini sekolah hanya sebagai penerima manfaat. Apa pun penyebabnya, kita berharap kasus penyegelan ini tidak berlanjut, sebab yang rugi adalah siswa, apalagi sebentar lagi sebagian mereka akan ikut ujian nasional,” terang Ahmad Sadikin.  Hingga kemarin sore Serambi belum berhasil bertemu dengan kontraktor yang membangun ruang kelas itu, sehingga belum diperoleh konfirmasi apa benar dia menunggak utang Rp 28 juta kepada para pekerjanya.

Tidak wajar
Ahmad menambahkan, gedung baru SMKS Woyla itu baru beberapa hari digunakan, setelah rampung dibangun. Sebelumnya para siswa belajar di gedung dari sebuah sekolah di Kuala Bhe, Kecamatan Woyla. “Harapan siswa mereka bisa belajar kembali di ruang kelas, sebab jika terus-menerus belajar di gudang, itu sangat tidak wajar dan hasilnya tidak akan optimal,” ujar Ahmad Sadikin. Sementara itu, anggota DPRK Aceh Barat, H Amri HR SE yang meninjau SMKS Woyla menyesalkan adanya kasus penyegelan yang berdampak pada terganggunya PBM.

Oleh karena itu, dia mina Dinas Pendidikan Aceh Barat segera menyelesaikan persoalan ini, sehingga tidak membawa kerugian bagi peserta didik di sekolah itu. Amri juga menyarankan agar Kadisdik Aceh Barat segera memanggil rekanan untuk mencari tahu duduk masalah yang sebenarnya. “Apa benar masih ada sangkutan utang-piutang antara kontraktor dengan pekerja. Kalau memang masih ada, harus segera diselesaikan. “Harapan kami jangan sampai siswa yang menjadi korban,” ujar anggota DPRK dari Komisi D yang membidangi pendidikan ini.

 

serambi news

One Comment to “Gedung Sekolah Disegel, Siswa Belajar di Gudang”

  1. Berlanjut atau tidak yang jelas penyegelan sekolah dikecam oleh dunia pendidikan aceh.
    Bagi Anggota layanan konsultasi pengadaan barang serta jasa, tolong akses web kami. http://www.gemabaiturrahman.com terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: