Harga Terbaik atau Harga Terendah menjadi Pemenang lelang

Pengadaan sebagai proses mendapatkan barang atau jasa telah memperkenalkan berbagai cara (metode) dalam upaya mendapatkan barang atau jasa dengan harga yang terbaik (dari sisi konsumen), sesuai kebutuhan, baik dari sisi kualitas, kepastian waktu memperolehnya maupun volumenya.

Metode tersebut dikenal dengan lelang. Di dalam aturan kita (Keppres 80 Tahun 2003) diperkenalkan metode-metode: Pelelangan Umum dan Pelelangan Terbatas.  Pelelangan dalam pengadaan publik merupakan metode memilih penyedia yang paling menjamin bahwa harga yang diperoleh merupakan harga yang terbaik. Harga adalah salah satu tujuan penting dalam pengadaan.  Lebih dari pada itu, pelelangan adalah metode yang paling menjamin bahwa semua pelaku usaha mendapat kesempatan berkompetisi secara adil. Hal ini sudah menjadi perintah undang-undang yang mengatur persaingan usaha yang sehat.

Selanjutnya dengan menggunakan metode pelelangan pengelola pengadaan menjadi lebih mudah untuk mempertanggungjawabkan hasil pengadaan, termasuk mempertanggung jawabkan harganya. Hal ini yang kemudian menjadi pokok persoalan agar proses yang dilakukan dijamin tidak terdapat unsur tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Dalam pandangan ini, semakin rendah harga yang diperoleh, semakin baik kinerja pengadaan. Pertanyaan yang selalu muncul adalah apakah harga yang rendah tersebut menjamin kualitas barang, dan lebih lanjut lagi menjamin tujuan pengadaan. Untuk menjamin harga yang rendah adalah harga yang benar, konsumen sangat menuntut profesionalitas pelaku usaha. Secara sederhana, hanya pelaku usaha yang memiliki kemampuan dan pengalaman panjang di bidang usahanya yang akan lebih diyakini dapat melaksanakan kontrak dengan harga yang benar. Oleh karena itu, pada proses pengadaan, sangat diharapkan semua pelaku usaha yang terlibat dapat diyakini profesionalitasnya.

Tantangan ini diangkat sebagai salah satu kebijakan di dalam pengadaan barang dan jasa (Keppres 80 Tahun 2003), seiring dengan keinginan meningkatkan kapasitas pengelola pengadaan, diinginkan pula adanya peningkatan profesionalitas pelaku usaha dalam rangka membangun dunia usaha yang tangguh. Hal ini perlu karena proses pengadaan barang dan jasa pemerintah dapat menjadi sarana untuk membangun profesionalisme pelaku usaha.

Jadi terkadang harga terendah belum tentu merupakan Harga terbaik.

Salam Hormat,

Haba Kontraktor Aceh (cek_ly)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: